Breaking News

​Mafia Bebas Beroperasi di SPBU Kilo 2 Luwuk, Kapolda Sulteng Bungkam

LUWUK, BANGGAI KRIMSUS INVESTIGASI,16-1-2026

Praktik mafia Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di Kota Luwuk, Kabupaten Banggai, semakin menjadi-jadi. 
Fokus utama sorotan kini tertuju pada SPBU Kilo 2 Luwuk 25 November 2025, di mana aktivitas "penimbunan" oleh kendaraan dengan tangki modifikasi berlangsung secara terbuka setiap hari.
Namun, meski keresahan warga telah memuncak, Kapolda Sulawesi Tengah (Sulteng) hingga kini masih memilih bungkam.

​Pemandangan Harian: Antrean "Tangki Siluman"

​Hasil pantauan di lokasi menunjukkan deretan kendaraan yang diduga milik para mafia pengumpul BBM bersubsidi jenis Biosolar dan Pertalite mengular di SPBU Kilo 2. 
Modusnya pun seragam: kendaraan masuk berkali-kali,Dan Bermacam-macam jenis kendaran,juga galon-galon,
​Warga setempat merasa hak mereka dirampas karena stok BBM seringkali dinyatakan habis dalam waktu singkat setelah mobil-mobil pelangsir tersebut selesai beroperasi.
​"SPBU Kilo 2 ini seperti markas mereka. Kami yang antre jujur malah sering tidak kebagian. Ini permainan terbuka, tapi kenapa tidak ada polisi yang menangkap mereka?" ujar salah satu pengendara motor yang enggan disebutkan namanya.


​Kritik Terhadap Penegakan Hukum

​Ketidakberanian aparat kepolisian setempat untuk menyentuh aktivitas di SPBU Kilo 2 ini menimbulkan spekulasi liar di tengah masyarakat. 

Muncul dugaan adanya "bekingan" kuat di balik operasional mafia tersebut sehingga mereka merasa kebal hukum.

​Beberapa poin yang menjadi sorotan publik antara lain:

​Aktivitas Terbuka: Pengisian BBM ke jeriken dan tangki modifikasi dilakukan tanpa rasa takut akan sanksi.

​Lemahnya Pengawasan: Tidak adanya personel kepolisian yang berjaga atau melakukan penindakan di titik rawan tersebut.

​Dampak Ekonomi: Kelangkaan BBM di Luwuk akibat ulah mafia memicu kenaikan harga jasa transportasi dan logistik.

​Kapolda Sulteng Belum Beri Tanggapan

​Upaya konfirmasi telah dilayangkan kepada Kapolda Sulteng untuk menanyakan komitmen institusinya dalam memberantas mafia BBM di wilayah Kabupaten Banggai, khususnya di titik SPBU Kilo 2 Luwuk. Namun, hingga saat ini, pihak Mapolda Sulteng belum memberikan pernyataan resmi maupun langkah konkret di lapangan.

​Sikap bungkam dari orang nomor satu di kepolisian Sulteng ini dinilai sebagai sinyal buruk bagi penegakan hukum. 

Masyarakat Luwuk kini menunggu tindakan nyata, bukan sekadar retorika, agar subsidi negara tepat sasaran dan tidak hanya dinikmati oleh segelintir mafia yang memperkaya diri sendiri.


(Tim red)
© Copyright 2022 - KRIMSUS INVESTIGASI