Minahasa Utara,Krimsus Investigasi,,Sabtu 4 April 2026
Praktik dugaan penambangan liar (Galian C) yang dikelola oleh oknum bernama MD Alias Meldi di wilayah Minut, Sulawesi Utara, kini menjadi sorotan tajam. Pasalnya, aktivitas yang diduga kuat tidak mengantongi izin resmi ini dibiarkan bebas beroperasi hingga meraup keuntungan pribadi di atas penderitaan masyarakat dan kehancuran alam.
Berdasarkan investigasi langsung awak media di lapangan pada Sabtu (04/04/2026),
pemandangan memprihatinkan terlihat jelas. Eksploitasi sumber daya alam ini telah berlangsung lama tanpa adanya tindakan tegas. Aktivitas pengerukan ini tidak hanya merusak topografi wilayah setempat, tetapi juga secara nyata memporak-porandakan ekosistem dan kelestarian alam sekitar.
Masyarakat Terganggu, Akses Jalan Hancur Lebur
Jeritan warga sekitar seakan menjadi bukti nyata dampak buruk dari aktivitas ini.
Menurut penuturan sejumlah warga yang enggan disebutkan namanya demi keamanan, operasional Galian C tersebut sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Selain polusi debu yang mengancam kesehatan, truk-truk bermuatan berat yang keluar masuk dari lokasi tersebut telah merusak fasilitas umum.
Jalan-jalan di sekitar pemukiman warga kini kondisinya hancur lebur dan berlubang, mengancam keselamatan para pengguna jalan.
Masyarakat menilai, pihak pengelola hanya mau mengeruk keuntungan tanpa memikirkan dampak sosial dan lingkungan yang ditimbulkan Desakan Warga Aparat Penegak Hukum Jangan Tutup Mata,
Dengan tereksposnya rilis berita ini, gelombang tuntutan dari masyarakat langsung mengarah kepada Aparat Penegak Hukum (APH) setempat.
Warga menuntut ketegasan institusi kepolisian dan dinas terkait untuk segera turun tangan.
"Kami minta APH tidak tinggal diam atau pura-pura tidak tahu.
Tangkap dan proses hukum pengelolanya! Jangan sampai hukum tumpul ke atas dan tajam ke bawah saat berhadapan dengan pengusaha galian ilegal," tegas salah satu perwakilan warga dengan nada geram.
Masyarakat kini menunggu nyali dan tindakan nyata dari pihak kepolisian untuk segera memasang garis polisi (police line), menghentikan alat berat di lokasi, serta memeriksa oknum pengelola demi menyelamatkan lingkungan Di minut dari kehancuran yang lebih parah.
(Tim Redaksi)


Social Header
Label
Categories